Membuat Anak Menyukai Matematika Bagian 4

Di Indonesia, metode pembelajaran yang membosankan plus pengajar yang kurang ramah dianggap sebagai salah satu biang keladi. Sejak awal tahun lalu, berbagai pihak berlomba-lomba menciptakan metode pembelajaran yang diklaim asyik. Mengajak anak didik ke luar ruang kelas, misalnya, membantu memudahkan anak memahami matematika, bila perlu menggunakan alam sekitar. Anakanak bisa diajari cara berhitung dengan menyenangkan, dengan memanfaatkan daun-daun atau bunga.

Atau menerapkan langsung operasi matematika, seperti penambahan dan pengurangan, dengan melakukan transaksi pembelian di pasar atau kantin. Cara belajar lainnya adalah menggunakan permainan yang menyenangkan, seperti berhitung dengan jari, adu cepat menjawab, kuis, memakai alat peraga, sampai menggunakan aplikasi komputer. Penggunaan alat bantu seperti sempoa dan kalkulator, dengan tetap mengajak anak melatih logika, bisa juga menjadi metode pembelajaran matematika yang asyik.

“Kalkulator bisa berkembang sebagai sarana eksplorasi konsep matematika,” kata Manajer Casio Indonesia, Mutia Meiliana. Prinsipnya, kata Mutia, ketika siswa merasa mudah menemukan “aha moment”, mereka akan terpacu memecahkan persoalan yang lebih rumit lagi. Kalkulator, yang dalam cara pandang lama dianggap sebagai musuh para pengajar, kata dia, “Sebenarnya dapat menjadi penunjang pengajaran sehingga belajar matematika jadi terasa lebih asyik bagi siswa.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *