Waspadai Dampaknya Congekan

Siapa saja dapat mengalami congekan, termasuk bayi dan anak-anak. Karena itulah, Mama perlu waspada. Apalagi gendang telinga yang sudah berlubang tidak dapat menutup kembali sehingga dapat mengganggu hantaran gelombang bunyi dan membuat pendengaran menjadi berkurang. Bila sudah terjadi ketulian, sulit untuk memperbaiki pendengaran menjadi normal kembali.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Kondisi ini dapat menghambat aktivitas belajar di sekolah dan kelak dalam bekerja karena adanya gangguan dalam berkomunikasi. Tidak jarang pasien yang awalnya “hanya” karena congekan sampai harus memakai alat bantu pendengaran lantaran penanganan yang tidak cepat dan tepat.

Hati-Hati Komplikasi

Congekan yang sudah mengalami komplikasi, penanganannya tentu menjadi lebih kompleks dan memerlukan kerja sama dengan bidang lain. Masa penyembuhan pun menjadi lebih lama. Seperti yang telah sedikit disinggung di atas, komplikasi congekan dapat berupa kerusakan pada tulang-tulang pendengaran, kelumpuhan saraf, infeksi menyebar ke tulang dan jaringan sekitar bahkan sampai ke saraf pendengaran sehingga menyebabkan tuli saraf. Bisa juga terjadi komplikasi ke otak seperti abses, meningitis, trombofl ebitis sinus lateralis, dan hidrosefalus otikus.

Pemeriksaan radiologik seperti CT scan, sangat membantu menunjukkan letak anatomi lesi (jaring an yang fungsinya terganggu karena penyakit atau cedera) dan bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sehingga terapi dapat diberikan lebih tepat dan cepat Kadang pasien datang berobat dan dirawat justru sudah dengan kondisi komplikasi yang berat. Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, baru diketahui penyebabnya dari infeksi telinga atau congekan yang tidak diobati dengan baik sebelumnya. Karena itulah, congekan mesti dioabati secepatnya.

Kalau anak menderita ISPA, segera bawa ke dokter agar mendapat pengobatan yang tepat. Jangan sampai ISPA menjalar menjadi congekan. Sebagai upaya pencegahan, untuk bayi sebaiknya tidak menyusu dengan posisi tidur telentang, tapi dengan posisi kepala lebih tinggi, sehingga dapat mencegah masuknya air susu ke dalam telinga tengah. Yang pasti, telinga sebagai salah satu pancaindra agar dijaga dengan benar, sehingga anakanak kita dapat menjalani aktivitas tanpa mengalami gangguan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *