Mendirikan Bank Sampah

Kerajinan yang dibuat oleh Tri dan teman-temannya tak hanya dari kertas koran, tetapi juga dari bekas bungkus makanan/minuman, gelas plastik, dan botol bekas. Benda-benda bekas tersebut diolah menjadi tas, lampion, taplak meja, tatakan gelas, dan lainnya. Hanya saja, semakin lama bahan-bahannya semakin sulit didapat. Apa akal? Tak lain dengan membuat bank sampah. Tri dan teman-teman pun sepakat membuat bank sampah yang kemudian diberi nama “Tri Alam Lestari”.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

“Jadi, sambil mengumpulkan sampah sambil mencari bahan-bahannya,” kata Tri. Akan tetapi, ternyata tak mudah mencari relawan untuk mengumpulkan sampah, karena tidak ada uangnya. Namun, Tri tidak kehilangan akal, ia menyontek cara bank sampah lain yang sudah eksis dalam mencari relawan. Caranya, ibu-ibu diajak arisan sampah. Mereka diminta mengumpulkan sampah yang jenisnya sudah ditentukan, ditimbang, lalu dijual ke bank sampah yang lebih besar. “Di akhir tahun, uangnya bisa ditukar sembako, atau kalau jumlah uangnya banyak bisa diambil,” jelas Tri.

Akhirnya, banyak ibu yang bersedia dan terkumpullah 25 orang nasabah atau relawan sampah. “Setahun berjalan, sekarang sudah ada sekitar 60 orang ibu yang jadi nasabah,” jelas Tri. Di sela mengelola sampah, Tri juga aktif ikut pameran di berbagai daerah. Beberapa waktu lalu, ia dipilih oleh Pemda Jakarta Selatan untuk ikut memamerkan kerajinannya di Manado.

Tak hanya itu, ia pun pernah ikut pameran di Inacraft yang membuat produknya bisa “terbang” ke mancanegara karena dibeli oleh wisatawan Amerika Serikat. Bahkan, Tri juga diminta ikut serta dalam lomba kerajinan daur ulang. Hasilnya, ia meraih juara pertama tingkat kecamatan, walikota, dan tingkat DKI pada 2014. Prestasi itu membuat Tri semakin dikenal di kalangan pengrajin UKM, khususnya pengrajin daur ulang barang bekas, sehingga kerap diminta sharing pengalaman di berbagai tempat.

Ditiup Jadi Balon

awal musim huMan ini, Afini bersin-bersin terus dan hidungnya ingusan. Suatu ketika saat disuapi makan, ingusnya meler. Belum juga sempat saya bersihkan, dia sudah mainin ingusnya, ditiup-tiup, haduuuh… saya jadi gemas melihatnya, apalagi saat ditiup, ingusnya malah mengembang seperti balon. Segera saya ambil lap untuk membersihkannya. $ada ada saja tingkah laku si kecil.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *