Langsing dengan YOGA Part 3 Bag2

PRASARITA PADOTTANASANA Berdiri, rentang kan kaki, kemu dian bung kuk kan tubuh ke kaki kanan. Letak kan telapak tangan kiri di atas balok, tangan kanan ke atas. Pandangan lurus ke telapak tangan kanan.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

URDHVA PRASARITA PADASANA Tidur telentang di matras, luruskan tangan melewati kepala. Pandangan ke atas. Kaki diangkat membentuk 90° dengan badan, lalu turunkan perlahan ke 60°, turunkan lagi ke 30°. Masing-masing lakukan 10 detik. SALAMBA SHIRSHASANA Kepala di matras, tahan mengguna kan tangan. Kaki diangkat ke atas, lurus dengan badan (berdiri dengan kepala di bawah). Tahan 10 detik.

ADHOMUKHA VIRASANA Posisi seperti bersujud. Dilakukan usai pose Salamba Shirshasana untuk menormalkan peredaran darah. Atur napas lenturkan otototot. SHAVASANA Posisi pendinginan di akhir sesi. Tidur telentang dengan kepala di atas selimut yang dilipat, punggung dan belakang perut di atas guling, sementara bokong bertumpu di matras. Rentangkan tangan, tutup mata dengan handuk, dan relaks.

Rambu untuk YOGA U Konsultasikan dahulu dengan dokter untuk melihat kesiapan Mama beryoga. Biasanya baru diizinkan setelah 40 hari (masa nifas berakhir) melahirkan. U Sebelum mahir, mintalah bimbingan instruktur. U Lakukan dengan hati-hati. Jika muncul keluhan nyeri, segera utarakan kepada instruktur. U Semua gerakan dilakukan selama 10-20 detik. Bernapaslah biasa secara perlahan dan fokus.

Kurangi Frekuensi Pipis Di Malam Hari

Ketika janin di rahim semakin besar, frekuensi ke kamar mandi pun semakin sering. Di malam hari, kegiatan mondar-mandir ke kamar mandi bisa mengganggu tidur mamil. Meski banyak studi menyatakan kegiatan ini sudah dilakukan sejak awal kehamilan, studi seputar gangguan tidur selama kehamilan yang dilakukan oleh dokter ahli obgin, Dr. Barry J. Jacobson serta Dr. Jodi Mindell, penulis buku Sleeping Through the Night memperlihatkan, pada akhir kehamilan, para mama terbangun rata-rata 3,11 kali setiap malam. Untuk menguranginya, sebaiknya mamil membatasi asupan minuman menjelang malam, tanpa harus mengurangi jumlah cairan yang dikonsumsi selama satu hari. Selain itu, hindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, atau kola.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *