Percakapan Rahasia Pelindung Nurhadi Bag7

Nurhadi menelepon nomor menantunya itu melalui telepon seluler Ari Kuswanto. Sore pada hari yang sama, setelah bertemu dengan Kepala Polda Metro Jaya, Nurhadi meluncur ke Markas Besar Polri. Seorang penegak hukum menyebutkan ia bertemu dengan Budi Gunawan dan seorang jenderal bintang dua. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Ra?i Amar menyatakan tidak tahu ada pertemuan itu.

”Saya tidak tahu soal itu,” katanya kepada Rezki Alvionitasari dari Tempo. Tempo menghubungi nomor yang disebut ajudan Budi Gunawan. Seorang pria menjawab panggilan dan membenarkan dia sebagai ajudan Budi Gunawan. Polisi berpangkat brigadir dari Brimob ini mengaku mengenal Ari, ajudan Nurhadi.

Pilih Nama Yang Mana, Ya? Bag2

Meski tak selalu begitu, yang jelas pengaruh nama terhadap karakter ternyata dalam juga, ya. KESEHATAN DAN KARIER Pada Desember 2013, British Medical Journal (BMJ) memublikasikan jurnal mengenai hubungan nama tertentu dengan suatu penyakit. Para peneliti mengamati 161.967 orang di Dublin, Irlandia, di antara tahun 2007 hingga 2013, lewat daftar nama di buku telepon dan menemukan 579 orang bernama belakang Brady.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Temuan itu lalu dicocokkan dengan data pengguna alat pacu jantung yang menandakan adanya kondisi bradikardia atau denyut jantung melambat dari denyut jantung normal. Hasilnya, orang-orang bernama belakang Brady lebih rentan mengalami bradikardia. Mereka 2,27 kali lipat lebih memerlukan alat pacu jantung dibanding dengan orang-orang yang tak bernama Brady. Angka sesungguhnya diyakini lebih besar lagi karena perempuan bernama belakang Brady kerap tak menggunakan nama aslinya lagi setelah menikah dan mengubah nama belakangnya dengan nama suaminya.

“Kami menunjukkan bahwa pengaruh nama seseorang tidak hanya memengaruhi karier profesionalnya, tapi juga menentukan aspek kesehatannya,” tulis para ilmuwan dari Mater Misericordiae University Hospital, Dublin, seperti dikutip dari situs+u? ngton Post,D’esember . Para peneliti tersebut berencana melakukan penelitian lain yang fokus pada kaitan nama dan penyakit tertentu. Selanjutnya, mereka akan mengungkap angka penderita obesitas pada orangorang bernama belakang Fatt dan atau risiko depresi pada orang-orang bernama belakang Lowe.

Fatt di sini berarti fat atau dalam bahasa Indonesia berarti gemuk, sementara Lowe berkaitan dengan low yang berarti rendah, dalam konteks badmood. Studi lain menemukan, orang dengan nama yang mudah dieja akan membentuk kesan positif sehingga berdampak pada kariernya, semisal lebih mudah naik jabatan, dibanding seseorang dengan nama yang sulit dieja. Para peneliti dari Melbourne dan Universitas New York menambahkan, orang bernama depan dan nama belakang yang mudah didengar oleh telinga, ternyata dapat meraih sesuatu yang lebih baik. Selain itu, tanpa disadari, orang lebih cenderung memilih karier yang menyerupai nama mereka.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Soal Penempatan Sarjana Kesehatan Masyarakat Bag4

Sesungguhnya telah siap tenaga kesehatan yang dibekali pendidikan formal (sedikitnya empat tahun) dengan kompetensi tenaga teknis atau analis masalah kesehatan masyarakat; memiliki beberapa metode teknis membina perilaku dan memberdayakan masyarakat yang sehat ataupun yang sakit (bukan penyembuhan penyakit) untuk lebih sehat, kreatif, dan produktif; serta mampu melibatkan kerja sama lintas sektor baik pemerintah maupun swasta terkait guna menunjang terpenuhinya akses dan mutu layanan kesehatan, yaitu sarjana kesehatan masyarakat.

Kebijakan penempatan sarjana kesehatan masyarakat di desa/kelurahan tentu harus diimplementasikan secepat mungkin oleh semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan hak dasar hidup masyarakat, yaitu sehat. Bukan hanya itu, keberadaan sarjana kesehatan masyarakat juga dapat meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan masyarakat. Mari sehatkan setiap kebijakan kita demi masa depan anak-cucu kita.

Belajar minta maaf part 4

Soal Penempatan Sarjana Kesehatan Masyarakat Bag3

Data yang dihimpun Kementerian Desa pada 2016 mengungkap, dari 28,7 juta penduduk miskin di Indonesia, sebanyak 17,9 juta tinggal di desa; 14 persen dari 74.093 desa tidak memiliki sekolah dasar; 11 persen keluarga dari 50,6 juta keluarga yang tinggal di desa belum ada akses listrik; dan 32,5 persen dari 74.093 desa belum memiliki akses air bersih. Lalu 9,4 persen desa di Indonesia tidak memiliki sinyal telekomunikasi dan 14 persen desa dengan akses jalan yang buruk.

Desa sangat tertinggal mencapai 13.453 atau 18,25 persen, desa tertinggal ada 33.592 atau 45,57 persen, desa berkembang sebanyak 22.882 atau 31,04 persen, desa maju mencapai 3.608 atau 4,89 persen, dan desa mandiri hanya 0,24 persen. Data ini baru sebagian kecil yang merupakan sebuah fakta akan problem akses di masyarakat yang dapatmempengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat.

Belajar minta maaf part 3