“Up Close And Personal” Lebih Tak Terlupakan Bag2

Bonusnya, kelak Mama akan bisa menunjukkan kepada si kecil betapa gembiranya Mama ketika tahu Mama tengah mengandungnya. Buatlah Menu Makanan Bayi. Sebagai calon ibu, Mama mungkin akan merasa lapar sepanjang waktu, jadi mengapa tidak membocorkan rahasia Mama lewat makan malam istimewa?

Baca juga : Kerja di Jerman

Masaklah untuk Papa, segala macam sayuran yang masih sangat muda¸seperti baby carrots, baby corn, baby kailan. Mama juga bisa memanggang kue-kue yang bentuknya menyerupai segala perlengkapan bayi, seperti botol bayi, sepatu bayi, dan lainnya. Atau bawakan Papa makan siang dan masukkan ke dalamnya camilan bayi, seperti biskuit bayi. Jika saat itu Mama dan Papa tengah berusaha mendapatkan momongan, Papa kemungkinan akan langsung bisa menangkap maksud Mama.

Cetak Foto Test Pack Positif. Satu gambar bisa lebih bermakna dari ribuan kata— dan dalam kasus ini, foto test pack berhasil positif akan dengan manis memberi tahu si calon Papa bahwa Mama kini tengah mengandung. Caranya, pasang foto tes kehamilan mandiri Mama di halaman terakhir album foto pernikahan. Kemudian, dengan santai, mintalah Papa untuk melihat-lihat kembali album itu bersama Mama, dengan alasan hanya sekadar bernostalgia. Ketika ia sampai di halaman terakhir foto, Mama akan melihat betapa kaget dan bahagianya Papa ketika ia menyadari bahwa ada bayi yang akan segera hadir dalam kehidupannya.

Biarkan si Kakak Membocorkan Rahasia. Buatlah kaus oblong untuk si kakak dengan pesan tersablon di bagian depannya “Aku akan segera menjadi ABANG (atau KAKAK)”. Gunakan sablon huruf yang bisa dipasang dengan menggunakan setrika, cat tekstil, atau, untuk mudahnya, beli saja kaus dengan katakata tadi. Sekarang ini Mama bisa menemukan banyak toko yang menjual kaus semacam itu dengan sangat mudah.

Setelah itu, mintalah si calon kakak untuk memakainya di arisan atau pertemuan keluarga selanjutnya dan lihat bagaimana kesenangan akan dimulai setelah orang-orang membaca berita besar itu. Cara alternatifnya: Lewati penggunaan kaus dan biarkan si kecil membisikkan langsung “rahasia” itu kepada semua orang di acara tersebut, “Ssst! Aku akan segera menjadi kakak!” Siapkan Makanan yang Segar. Bagi berita segar Mama lewat lidah. Caranya, undang temanteman atau sanak saudara makan di rumah.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Pilih Nama Yang Mana, Ya? Bag2

Meski tak selalu begitu, yang jelas pengaruh nama terhadap karakter ternyata dalam juga, ya. KESEHATAN DAN KARIER Pada Desember 2013, British Medical Journal (BMJ) memublikasikan jurnal mengenai hubungan nama tertentu dengan suatu penyakit. Para peneliti mengamati 161.967 orang di Dublin, Irlandia, di antara tahun 2007 hingga 2013, lewat daftar nama di buku telepon dan menemukan 579 orang bernama belakang Brady.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Temuan itu lalu dicocokkan dengan data pengguna alat pacu jantung yang menandakan adanya kondisi bradikardia atau denyut jantung melambat dari denyut jantung normal. Hasilnya, orang-orang bernama belakang Brady lebih rentan mengalami bradikardia. Mereka 2,27 kali lipat lebih memerlukan alat pacu jantung dibanding dengan orang-orang yang tak bernama Brady. Angka sesungguhnya diyakini lebih besar lagi karena perempuan bernama belakang Brady kerap tak menggunakan nama aslinya lagi setelah menikah dan mengubah nama belakangnya dengan nama suaminya.

“Kami menunjukkan bahwa pengaruh nama seseorang tidak hanya memengaruhi karier profesionalnya, tapi juga menentukan aspek kesehatannya,” tulis para ilmuwan dari Mater Misericordiae University Hospital, Dublin, seperti dikutip dari situs+u? ngton Post,D’esember . Para peneliti tersebut berencana melakukan penelitian lain yang fokus pada kaitan nama dan penyakit tertentu. Selanjutnya, mereka akan mengungkap angka penderita obesitas pada orangorang bernama belakang Fatt dan atau risiko depresi pada orang-orang bernama belakang Lowe.

Fatt di sini berarti fat atau dalam bahasa Indonesia berarti gemuk, sementara Lowe berkaitan dengan low yang berarti rendah, dalam konteks badmood. Studi lain menemukan, orang dengan nama yang mudah dieja akan membentuk kesan positif sehingga berdampak pada kariernya, semisal lebih mudah naik jabatan, dibanding seseorang dengan nama yang sulit dieja. Para peneliti dari Melbourne dan Universitas New York menambahkan, orang bernama depan dan nama belakang yang mudah didengar oleh telinga, ternyata dapat meraih sesuatu yang lebih baik. Selain itu, tanpa disadari, orang lebih cenderung memilih karier yang menyerupai nama mereka.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Langsing dengan YOGA Part 3 Bag2

PRASARITA PADOTTANASANA Berdiri, rentang kan kaki, kemu dian bung kuk kan tubuh ke kaki kanan. Letak kan telapak tangan kiri di atas balok, tangan kanan ke atas. Pandangan lurus ke telapak tangan kanan.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

URDHVA PRASARITA PADASANA Tidur telentang di matras, luruskan tangan melewati kepala. Pandangan ke atas. Kaki diangkat membentuk 90° dengan badan, lalu turunkan perlahan ke 60°, turunkan lagi ke 30°. Masing-masing lakukan 10 detik. SALAMBA SHIRSHASANA Kepala di matras, tahan mengguna kan tangan. Kaki diangkat ke atas, lurus dengan badan (berdiri dengan kepala di bawah). Tahan 10 detik.

ADHOMUKHA VIRASANA Posisi seperti bersujud. Dilakukan usai pose Salamba Shirshasana untuk menormalkan peredaran darah. Atur napas lenturkan otototot. SHAVASANA Posisi pendinginan di akhir sesi. Tidur telentang dengan kepala di atas selimut yang dilipat, punggung dan belakang perut di atas guling, sementara bokong bertumpu di matras. Rentangkan tangan, tutup mata dengan handuk, dan relaks.

Rambu untuk YOGA U Konsultasikan dahulu dengan dokter untuk melihat kesiapan Mama beryoga. Biasanya baru diizinkan setelah 40 hari (masa nifas berakhir) melahirkan. U Sebelum mahir, mintalah bimbingan instruktur. U Lakukan dengan hati-hati. Jika muncul keluhan nyeri, segera utarakan kepada instruktur. U Semua gerakan dilakukan selama 10-20 detik. Bernapaslah biasa secara perlahan dan fokus.

Kurangi Frekuensi Pipis Di Malam Hari

Ketika janin di rahim semakin besar, frekuensi ke kamar mandi pun semakin sering. Di malam hari, kegiatan mondar-mandir ke kamar mandi bisa mengganggu tidur mamil. Meski banyak studi menyatakan kegiatan ini sudah dilakukan sejak awal kehamilan, studi seputar gangguan tidur selama kehamilan yang dilakukan oleh dokter ahli obgin, Dr. Barry J. Jacobson serta Dr. Jodi Mindell, penulis buku Sleeping Through the Night memperlihatkan, pada akhir kehamilan, para mama terbangun rata-rata 3,11 kali setiap malam. Untuk menguranginya, sebaiknya mamil membatasi asupan minuman menjelang malam, tanpa harus mengurangi jumlah cairan yang dikonsumsi selama satu hari. Selain itu, hindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, atau kola.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Smart Moms In The Kitchen

Melalui buku ini, kita diajak mengenali bahan-bahan kimia “tersembunyi” di bahan makanan, peralatan memasak, dan barang-barang lain yang berada di dapur. Dari yang bermanfaat untuk berhemat dan memudahkan tugas kita sehari-hari, hingga yang berisiko merugikan kesehatan kita sekeluarga.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Misalnya, kegunaan baking soda yang bisa membuat peralatan dapur jadi kinclong, gula diet yang ternyata mengonsumsinya harus hati-hati, mewaspadai klorin di terigu dan beras, hingga apakah MSG sebagai bumbu masak berbahaya atau tidak. Semua disajikan gamblang karena penulis mengaku tidak berafi liasi dengan kelompok mana pun. Manfaatnya bagi kita tentulah mendapatkan informasi yang jujur dan adil. Arti nya, kalaupun ingin digunakan, dipaparkan juga cara aman menggunakan sekaligus takarannya.

Tulis Buku Ceritamu Sendiri

Buah hati Mama Papa suka menulis cerita? Buku ini dapat menjadi panduan buat anak berlatih menulis cerita. Ada tiptip bagaimana menciptakan tokoh utama, membuat latar belakang cerita, menciptakan konfl ik, memilih lokasi, membuat solusi, hingga mengakhiri cerita dengan manis. Asyiknya, ada halaman-halaman yang sengaja dibiarkan kosong supaya anak bisa menulis langsung di tempat tersebut.

Lebih asyik lagi, di setiap halaman ada pertanyaan-pertanyaan untuk menggali kedalaman cerita. Misalnya: siapa nama orang itu, berapa usianya, mengapa dia berada di tempat itu, apa yang ia lihat, dst. Banyak jenis cerita yang diberi panduan di buku ini, ada cerita tentang jurnal sekolah, kisah pribadi, komik, cerita detektif, cerita kriminal, fabel atau cerita tentang hewan, dll. Dengan panduan ini ditambah latihan serius, kelak anak bisa menjadi penulis cerita yang andal.

Treatment Non Medicine

“saya sangat kasihan melihat Daffa saat ingusan, karena susah tidur dan terkadang rewel, apalagi kalau hidungnya sudah mampet. Memang, setiap Daffa flu, saya tak pernah membawanya ke dokter, karena flu bukan penyakit, tapi geMala yang disebabkan virus atau alergi. Jadi, saya selalu mengupayakan mencukupi cairannya dan melakukan terapi uap untuk melegakan pernapasannya.

Caranya dengan meletakkan baskom isi air panas dan menuangkan minyak telon yang berfungsi sebagai aromaterapi, lalu anak ditelungkupkan di pangkuan dengan posisi kepala di atas baskom sambil saya usap-usap punggungnya dengan lembut. Kalau anak sudah MPASI bisa Muga diberikan makanan yang hangat hangat, seperti sup ayam dan jus jeruk hangat. Menjemur anak pagi hari juga bisa membantu meringankan hidung tersumbat, lalu memijat hidungnya, dan mengatur posisi tidurnya supaya posisi kepala lebih tinggi agar tidurnya lebih nyaman.”

Sumber : https://eduvita.org/

 

Mendirikan Bank Sampah

Kerajinan yang dibuat oleh Tri dan teman-temannya tak hanya dari kertas koran, tetapi juga dari bekas bungkus makanan/minuman, gelas plastik, dan botol bekas. Benda-benda bekas tersebut diolah menjadi tas, lampion, taplak meja, tatakan gelas, dan lainnya. Hanya saja, semakin lama bahan-bahannya semakin sulit didapat. Apa akal? Tak lain dengan membuat bank sampah. Tri dan teman-teman pun sepakat membuat bank sampah yang kemudian diberi nama “Tri Alam Lestari”.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

“Jadi, sambil mengumpulkan sampah sambil mencari bahan-bahannya,” kata Tri. Akan tetapi, ternyata tak mudah mencari relawan untuk mengumpulkan sampah, karena tidak ada uangnya. Namun, Tri tidak kehilangan akal, ia menyontek cara bank sampah lain yang sudah eksis dalam mencari relawan. Caranya, ibu-ibu diajak arisan sampah. Mereka diminta mengumpulkan sampah yang jenisnya sudah ditentukan, ditimbang, lalu dijual ke bank sampah yang lebih besar. “Di akhir tahun, uangnya bisa ditukar sembako, atau kalau jumlah uangnya banyak bisa diambil,” jelas Tri.

Akhirnya, banyak ibu yang bersedia dan terkumpullah 25 orang nasabah atau relawan sampah. “Setahun berjalan, sekarang sudah ada sekitar 60 orang ibu yang jadi nasabah,” jelas Tri. Di sela mengelola sampah, Tri juga aktif ikut pameran di berbagai daerah. Beberapa waktu lalu, ia dipilih oleh Pemda Jakarta Selatan untuk ikut memamerkan kerajinannya di Manado.

Tak hanya itu, ia pun pernah ikut pameran di Inacraft yang membuat produknya bisa “terbang” ke mancanegara karena dibeli oleh wisatawan Amerika Serikat. Bahkan, Tri juga diminta ikut serta dalam lomba kerajinan daur ulang. Hasilnya, ia meraih juara pertama tingkat kecamatan, walikota, dan tingkat DKI pada 2014. Prestasi itu membuat Tri semakin dikenal di kalangan pengrajin UKM, khususnya pengrajin daur ulang barang bekas, sehingga kerap diminta sharing pengalaman di berbagai tempat.

Ditiup Jadi Balon

awal musim huMan ini, Afini bersin-bersin terus dan hidungnya ingusan. Suatu ketika saat disuapi makan, ingusnya meler. Belum juga sempat saya bersihkan, dia sudah mainin ingusnya, ditiup-tiup, haduuuh… saya jadi gemas melihatnya, apalagi saat ditiup, ingusnya malah mengembang seperti balon. Segera saya ambil lap untuk membersihkannya. $ada ada saja tingkah laku si kecil.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Waspadai Dampaknya Congekan

Siapa saja dapat mengalami congekan, termasuk bayi dan anak-anak. Karena itulah, Mama perlu waspada. Apalagi gendang telinga yang sudah berlubang tidak dapat menutup kembali sehingga dapat mengganggu hantaran gelombang bunyi dan membuat pendengaran menjadi berkurang. Bila sudah terjadi ketulian, sulit untuk memperbaiki pendengaran menjadi normal kembali.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Kondisi ini dapat menghambat aktivitas belajar di sekolah dan kelak dalam bekerja karena adanya gangguan dalam berkomunikasi. Tidak jarang pasien yang awalnya “hanya” karena congekan sampai harus memakai alat bantu pendengaran lantaran penanganan yang tidak cepat dan tepat.

Hati-Hati Komplikasi

Congekan yang sudah mengalami komplikasi, penanganannya tentu menjadi lebih kompleks dan memerlukan kerja sama dengan bidang lain. Masa penyembuhan pun menjadi lebih lama. Seperti yang telah sedikit disinggung di atas, komplikasi congekan dapat berupa kerusakan pada tulang-tulang pendengaran, kelumpuhan saraf, infeksi menyebar ke tulang dan jaringan sekitar bahkan sampai ke saraf pendengaran sehingga menyebabkan tuli saraf. Bisa juga terjadi komplikasi ke otak seperti abses, meningitis, trombofl ebitis sinus lateralis, dan hidrosefalus otikus.

Pemeriksaan radiologik seperti CT scan, sangat membantu menunjukkan letak anatomi lesi (jaring an yang fungsinya terganggu karena penyakit atau cedera) dan bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sehingga terapi dapat diberikan lebih tepat dan cepat Kadang pasien datang berobat dan dirawat justru sudah dengan kondisi komplikasi yang berat. Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, baru diketahui penyebabnya dari infeksi telinga atau congekan yang tidak diobati dengan baik sebelumnya. Karena itulah, congekan mesti dioabati secepatnya.

Kalau anak menderita ISPA, segera bawa ke dokter agar mendapat pengobatan yang tepat. Jangan sampai ISPA menjalar menjadi congekan. Sebagai upaya pencegahan, untuk bayi sebaiknya tidak menyusu dengan posisi tidur telentang, tapi dengan posisi kepala lebih tinggi, sehingga dapat mencegah masuknya air susu ke dalam telinga tengah. Yang pasti, telinga sebagai salah satu pancaindra agar dijaga dengan benar, sehingga anakanak kita dapat menjalani aktivitas tanpa mengalami gangguan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Haru Dan Tawa Dari Selembar Foto

Saat ini, orangtua di Amerika Serikat dan Inggris sedang demam memotret ekspresi bayi mereka dan mengabadikannya dalam sebuah pose dalam gelas (mug). Namanya “Baby mugging”. Pose terse but menjadi tren gara-gara seorang blogger di Amerika mengunggah foto bayinya yang berusia lima bulan dengan gaya seperti sedang mengintip keluar dari gelas. Ide uniknya ini membuat foto tersebut menyebar dan menjadi sensasi di hampir semua media sosial Amerika dan Inggris. Tanpa kita sadari, hampir sebagian besar aktivitas manusia dengan berbagai kehidupannya dapat difoto untuk dijadikan sebagai sebuah dokumentasi.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Kelahiran, pernikahan, kematian, dan masih banyak momen serta kejadian lainnya. Dokumentasi ini bisa menjadi bukti yang mengundang senyuman, keharuan, tawa, air mata dan berbagai jenis ekpresi lainnya pada waktu kita melihat kembali foto-foto kita dulu. Sayangnya, bagi sebagian orangtua, mendokumentasikan berbagai momen dan kejadian, serta ekspresi lucu dan menggemaskan si kecil, tak menjadi hal penting. Bahkan, aktivitas ini seringkali dianggap dengan menghabiskan waktu atau “enggak ada kerjaan”. Padahal, mendokumentasi foto dan video sewaktu momen dan ekspresi itu terjadi dapat menjadi kenangan yang indah dan tak terlupakan.

Seperti cerita Papa Wahyu Sugianto, komikus, fotografer dan pemilik Plankton Studio yang terselamatkan oleh selembar foto jepretannya. Ia berhasil menenangkan anak pertamanya, Padmasari Rahayu Sugianto (10), ketika merasa kurang disayang oleh orangtuanya dibandingkan dengan adiknya, Gautama Putra Sugianto (8). “walau saya tidak sempat untuk mengambil foto dari semua momen dan ekspresi anak saya dari sejak lahir, tetapi alhamdulillah, saya sempat memotret momen ketika Padma usianya masih beberapa minggu sedang dijemur di bawah sinar matahari pagi.

Ceritanya, suatu hari si kakak ngambek, iri atas perlakuan saya kepada adiknya yang dianggapnya berlebihan. Untuk menenangkannya, saya teringat sebuah foto si kakak di kala masih bayi. Saya bilang, ‘Ayah dan Bunda tidak pernah membedakan kasih sayang kepada setiap anaknya. Lihat foto kamu ini Nak. Ini foto Ayah ambil ketika adikmu belum lahir.’ Lalu wajahnya ceria lagi. He he he.. judulnya saya terselamatkan oleh selembar foto!” tuturnya sambil mengelus dada.

Dari cerita Papa Wahyu, jelas bahwa selembar kertas foto bisa membuat anak merasa nyaman kembali. Di sinilah peran penting sebuah dokumentasi. Oleh karena itu, bagi Wahyu, dokumentasi itu seperti cermin. Momen-momen yang terjadi bisa menjadi bahan introspeksi buatnya selaku orangtua mengenai kondisi awal anak dan harapan kita terhadap mereka. Dokumentasi juga menjadi bahan referensi baginya untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada si kecil karena biasanya mereka tak ingat momen-momen yang terjadi ketika mereka masih berusia di bawah 5 tahun.

Masa Subur, The Golden Moment

Kenapa masa subur penting? Kita coba analogikan secara seder- hana. Kita tahu dalam hubungan antarpasangan ada yang disebut Long Distance Relationship. Artinya, keduanya terpisah jarak yang sangat jauh sehingga frekuensi untuk ketemu terbilang jarang. Nah, begitu juga antara sperma dan sel telur. Pada tiap bulan, kesempatan dari sperma untuk dapat “bertemu” sel telur bisa dibilang cukup terbatas. Sebulan sekali perempuan memasuki masa subur (ovulasi).

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Di masa ini, sel telur (ovum) dilepaskan oleh indung telur (ovarium) dan telah siap untuk dibuahi oleh sperma. Inilah masa emas yang dimaksud. Jika pada masa ini sel telur gagal dibuahi sperma, hilanglah kesempatan untuk dapat hamil. Peluang berikutnya di bulan depan lagi. Demikian seterusnya. Jadi, dengan memahami kapan masa subur, dapat diketahui kapan waktu yang terbaik untuk melakukan hubungan intim sehingga kemungkinan terjadi kehamilan meningkat. Nah, bagaimana cara untuk mengetahui secara tepat masa subur ini? Yakni, dengan menghitung berdasarkan siklus haid.

SIKLUS HAID NORMAL/TERATUR Masa subur terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Waktunya dapat berbeda beda maju atau mundur dua hari sesudah atau sebelum hari ke-14. Masa subur sangat bergantung pada lamanya siklus haid. Secara mudah dapat diperkirakan, masa subur terjadi mulai dari hari ke-12 hingga ke-16 siklus haid pada perempuan dengan siklus haid 28 hari. Nah, untuk menaikkan angka keberhasilan terjadinya kehamilan, disarankan agar melakukan berhubungan intim pada hari-hari tersebut dengan interval waktu 2-3 hari sekali. Begini contohnya. Awal menstruasi Mama terjadi pada tanggal 9 Mei, maka tanggal tersebut bisa ditandai sebagai hari ke-1. Sedangkan masa subur jatuh di hari ke-12 (20 Mei) hingga hari ke-16 (24 Mei).

Secara sederhana, Mama dapat menghitung masa subur dengan mencatat jadwal menstruasi seperti berikut: • Hari 1-5. Adalah siklus di hari pertama menstruasi. Mama perlu mencatat tanggal ini agar dapat menghitung perkiraan waktu ovulasi. • Hari 6-11. Mama sudah tidak menstruasi, tetapi periode ini bukanlah masa subur. Tubuh, pada tahap ini sedang melakukan proses mempersiapkan pelepasan telur. • Hari 12-16. Inilah hari-hari paling subur. Tubuh akan melepas telur pada salah satu dari beberapa hari tersebut. Ini adalah waktu terbaik untuk berhubungan intim. Pasalnya, masa hidup sel sperma sekitar selama 3 hari sedangkan sel telur 1 hari. • Hari 17-28. Berhubungan intim ketika periode ini hampir tidak terdapat peluang untuk terjadi kehamilan.

sumber : https://pascal-edu.com/